Arti Pesan Error di Excel dan Cara Mengatasinya
· 6 menit baca
Tanda pagar, tanda seru, tulisan kapital yang aneh. Bagi banyak orang, error di Excel terasa seperti tanda bahwa semuanya rusak. Padahal error justru salah satu fitur Excel yang paling membantu. Setiap jenis error punya arti yang spesifik dan langsung menunjuk ke jenis kesalahannya. Begitu kamu bisa "membaca" error, memperbaikinya biasanya cuma butuh beberapa detik.
Artikel ini membahas semua pesan error yang akan kamu temui di Excel, apa penyebabnya, dan cara mengatasinya. Simpan sebagai referensi, karena kamu pasti akan kembali ke sini.
##### (bukan error sungguhan)
Deretan tanda pagar biasanya bukan error, melainkan tanda bahwa kolomnya terlalu sempit untuk menampilkan angka atau tanggal. Isinya tetap benar. Lebarkan kolom dengan klik dua kali garis batas di kanan huruf kolom.
Ada satu pengecualian: tanggal atau jam bernilai negatif juga tampil sebagai #####, sebesar apa pun kolomnya. Ini sering terjadi saat menghitung selisih tanggal dengan urutan terbalik, misalnya tanggal mulai dikurangi tanggal selesai.
#DIV/0!: membagi dengan nol
Error ini muncul saat rumus membagi dengan nol atau dengan sel kosong. Sel kosong dianggap nol. Contoh umum: menghitung persentase pencapaian =B2/C2 pada baris yang targetnya (C2) belum diisi.
Cara mengatasinya tergantung kondisinya:
- Kalau pembaginya memang belum diisi, tampilkan sel kosong sampai datanya ada:
=IF(C2=0, "", B2/C2). - Kalau pembaginya seharusnya tetap, misalnya sel total, kemungkinan rumusnya bergeser saat disalin. Periksa apakah referensinya perlu dikunci dengan tanda
$. Pembahasannya ada di Referensi Absolut dan Relatif di Excel. - Fungsi
AVERAGEdanAVERAGEIFjuga menghasilkan#DIV/0!kalau tidak ada angka yang bisa dirata-ratakan.
#N/A: data yang dicari tidak ada
#N/A (not available) berasal dari rumus pencarian seperti VLOOKUP, XLOOKUP, dan MATCH saat nilai yang dicari tidak ditemukan. Penyebab paling seringnya bukan datanya yang tidak ada, tapi datanya kelihatan sama padahal berbeda: ada spasi tersembunyi, atau angka yang tersimpan sebagai teks. Penjelasan lengkap dan cara memperbaikinya ada di artikel VLOOKUP vs XLOOKUP.
#VALUE!: jenis data yang salah
#VALUE! muncul saat rumus menerima jenis data yang tidak bisa diolahnya, paling sering teks di dalam perhitungan angka. Contohnya:
=A2*B2di manaB2berisi "75.000 " dengan spasi, atau "Rp75.000" yang diketik manual.- Kolom berat yang berisi "10 kg" alih-alih angka 10.
- Tanggal yang ternyata tersimpan sebagai teks, lalu dikurangkan dengan tanggal lain.
Ada perbedaan menarik di sini. =A2+A3+A4 menghasilkan #VALUE! kalau salah satunya teks, sedangkan =SUM(A2:A4) diam-diam melewatkan teks. Jadi SUM tidak error, tapi totalnya bisa lebih kecil dari seharusnya tanpa kamu sadari.
Cara mengatasinya: bersihkan datanya. Buang teks seperti "Rp" dan "kg", ubah angka yang tersimpan sebagai teks menjadi angka sungguhan, dan pastikan tanggal dikenali Excel. Langkah-langkahnya ada di Cara Merapikan Data Berantakan di Excel.
#REF!: sel yang dirujuk sudah hilang
#REF! berarti rumus menunjuk ke sel yang sudah tidak ada. Biasanya karena baris, kolom, atau sheet yang dipakai rumus dihapus. Rumus =B2*C2 berubah jadi =B2*#REF! setelah kolom C dihapus.
Cara mengatasinya:
- Kalau baru saja terjadi, tekan Ctrl + Z untuk membatalkan penghapusan.
- Kalau sudah terlambat, tulis ulang bagian rumus yang berisi
#REF!dengan menunjuk sel yang benar. - Untuk mencegahnya, kosongkan isi sel (tombol Delete) alih-alih menghapus kolomnya. Atau pakai
XLOOKUPatauINDEXMATCHyang tidak bergantung pada nomor kolom.
#REF! juga muncul saat rumus disalin ke posisi yang membuat referensinya keluar dari lembar kerja, misalnya rumus yang merujuk satu baris di atas lalu disalin ke baris 1.
#NAME?: Excel tidak mengenali sesuatu
Error ini artinya ada kata di rumus yang tidak dikenali Excel. Penyebabnya bisa:
- Salah ketik nama fungsi, misalnya
=SUMM(A2:A10)atau=VLOKUP(...). Saat mengetik fungsi, gunakan daftar saran yang muncul dan tekan Tab untuk memilih, supaya terhindar dari salah ketik. - Teks tanpa tanda kutip.
=IF(A2=Lunas, ...)salah. Teks harus diapit tanda kutip ganda:=IF(A2="Lunas", ...). - Fungsi tidak tersedia di versi Excel-mu.
XLOOKUP,IFS,TEXTJOIN, dan fungsi baru lain menghasilkan#NAME?di Excel versi lama. File yang dibuat di Microsoft 365 bisa rusak saat dibuka di Excel 2016. - Nama (named range) yang belum dibuat atau salah eja.
#NUM!: angka yang tidak masuk akal
#NUM! muncul saat perhitungan menghasilkan angka yang tidak valid, misalnya akar kuadrat dari bilangan negatif (=SQRT(-4)), hasil yang terlalu besar untuk ditampilkan, atau DATEDIF dengan tanggal mulai yang lebih besar dari tanggal selesai. Periksa input rumusnya: biasanya ada nilai negatif atau urutan argumen yang tertukar.
#NULL!: spasi yang tidak sengaja
Error yang jarang ini biasanya akibat salah ketik. Di Excel, spasi di antara dua rentang adalah operator irisan (intersection). =SUM(A1:A5 B1:B5) mencari sel yang ada di kedua rentang sekaligus, dan karena tidak ada, hasilnya #NULL!. Maksudnya hampir pasti =SUM(A1:A5, B1:B5) dengan koma, atau titik koma di Excel berpengaturan Indonesia.
#SPILL!: hasil tidak punya ruang
Di Microsoft 365, beberapa fungsi seperti FILTER, SORT, UNIQUE, dan TEXTSPLIT menghasilkan banyak nilai yang "tumpah" ke sel-sel di sekitarnya. Kalau sel tujuan tumpahan sudah berisi sesuatu, termasuk spasi yang tidak kelihatan, hasilnya #SPILL!. Klik sel errornya, dan Excel menunjukkan area yang terhalang dengan garis putus-putus. Kosongkan area itu, dan hasilnya langsung muncul.
Peringatan circular reference
Ini bukan nilai error di sel, tapi pesan peringatan saat sebuah rumus merujuk ke dirinya sendiri, langsung maupun tidak langsung. Contohnya =SUM(B2:B10) yang ditulis di B10. Excel tidak bisa menghitungnya karena hasilnya bergantung pada dirinya sendiri. Buka tab Formulas → Error Checking → Circular References untuk melihat sel mana yang bermasalah, lalu perbaiki rentangnya agar tidak mencakup sel rumus itu sendiri.
Bukan error, tapi rumus ditolak
Kalau Excel menolak rumusmu dengan pesan "There's a problem with this formula" sebelum sempat dihitung, penyebab paling umum di Indonesia adalah pemisah argumen. Di komputer dengan pengaturan regional Indonesia, argumen dipisah titik koma, bukan koma: =IF(A2>=75; "Lulus"; "Remidi"). Penyebab lain: jumlah kurung buka dan tutup tidak sama, atau tanda kutip yang tidak ditutup.
Alat bantu untuk melacak error
- Segitiga hijau dan ikon peringatan. Klik sel yang bertanda, lalu klik ikon kuning yang muncul. Excel memberi penjelasan dan pilihan perbaikan, misalnya Convert to Number.
- Evaluate Formula. Di tab Formulas, fitur ini menjalankan rumus selangkah demi selangkah, sehingga kamu bisa melihat bagian mana yang pertama kali menghasilkan error. Sangat berguna untuk rumus panjang.
- F9 di Formula Bar. Blok sebagian rumus di Formula Bar lalu tekan F9 untuk melihat hasil bagian itu saja. Setelah itu tekan Esc, jangan Enter, supaya rumus aslimu tidak tertimpa.
Soal IFERROR
IFERROR menyembunyikan error dan menggantinya dengan nilai lain: =IFERROR(B2/C2, 0). Praktis, tapi hati-hati. IFERROR menyembunyikan semua jenis error, termasuk #REF! dan #NAME? yang menandakan rumusmu memang salah. Kalau dipakai terlalu cepat, kesalahan sungguhan ikut tertutup dan laporanmu menampilkan angka nol yang keliru tanpa ada yang sadar.
Aturan praktisnya: pastikan dulu rumusnya benar, lalu pakai IFERROR hanya untuk kondisi yang memang wajar terjadi, seperti data yang belum diisi atau kode yang memang mungkin tidak ada di tabel.
Membaca error adalah bagian dari fondasi yang dibahas di Belajar Excel dari Nol. Di Jago Excel, setiap jawaban yang kamu ketik di lembar kerja dicek otomatis dan diberi petunjuk kalau ada yang keliru, jadi kamu terbiasa memperbaiki rumus sendiri sejak awal.
Langsung praktik, bukan cuma baca
Ketik rumus di lembar kerja simulasi, jawabanmu dicek otomatis. Level Beginner gratis.
Coba gratis