Persiapan Kerja dengan Excel: Skill yang Dicari dan Cara Lolos Tes Excel

· 6 menit baca

"Menguasai Microsoft Office, terutama Excel." Kalimat ini muncul di banyak sekali lowongan kerja, dari admin, staf keuangan, sampai sales dan HR. Masalahnya, tidak ada yang menjelaskan "menguasai" itu sampai sejauh apa. Apakah cukup bisa SUM? Harus bisa Pivot Table? Dan bagaimana kalau di tahap rekrutmen ada tes Excel langsung di depan komputer?

Artikel ini membahas apa saja yang biasanya diharapkan perusahaan, contoh soal tes Excel yang sering keluar, skill yang dibutuhkan untuk tiap posisi, dan rencana latihan dua minggu supaya kamu siap sebelum hari tes.

Apa maksud "menguasai Excel" di lowongan kerja

Untuk sebagian besar posisi kantor, "menguasai Excel" bukan berarti hafal semua menu. Yang dicari adalah kemampuan mengolah data sendiri tanpa harus dibantu. Secara kasar, ekspektasinya bisa dibagi tiga tingkat:

  • Dasar: bisa mengisi dan merapikan tabel, menulis rumus hitung sederhana, memakai SUM, AVERAGE, MIN, MAX, mengurutkan dan menyaring data, serta mencetak laporan dengan rapi. Ini standar minimum untuk hampir semua posisi admin.
  • Menengah: bisa membuat status otomatis dengan IF, menghitung dan menjumlahkan berdasarkan kriteria (COUNTIF, SUMIF), mengambil data dari tabel lain dengan VLOOKUP atau XLOOKUP, dan meringkas data dengan Pivot Table. Ini yang biasanya dimaksud lowongan staf keuangan, sales admin, atau HR.
  • Lanjut: menggabungkan beberapa fungsi dalam satu rumus, membuat dashboard, memakai Power Query, atau makro. Biasanya hanya diminta untuk posisi analis data atau keuangan senior.

Kalau lowongan tidak menyebut spesifik, siapkan diri sampai tingkat menengah. Di situlah kebanyakan tes Excel rekrutmen berada.

Skill yang paling sering dites

Bentuk tes Excel di tiap perusahaan berbeda, tapi materinya cenderung berulang. Pastikan kamu nyaman dengan daftar ini:

  1. Rumus hitung dan referensi sel. Mengalikan jumlah dengan harga, menghitung persentase, lalu menyalin rumus ke bawah tanpa hasilnya kacau. Kuncinya ada di tanda $, dibahas di Referensi Absolut dan Relatif di Excel.
  2. Fungsi dasar: SUM, AVERAGE, COUNT, COUNTA, MIN, MAX.
  3. IF dan turunannya: memberi keterangan "Lulus"/"Tidak lulus" atau "Capai target"/"Di bawah target", lalu COUNTIF dan SUMIF untuk rekap. Lihat Rumus IF, COUNTIF, dan SUMIF untuk Laporan Kantor.
  4. Pencarian data: VLOOKUP hampir selalu muncul, dan XLOOKUP jadi nilai tambah. Pembahasannya ada di VLOOKUP vs XLOOKUP.
  5. Sort, Filter, dan Pivot Table untuk meringkas data per bulan, per wilayah, atau per produk. Panduannya di Pivot Table Excel untuk Pemula.
  6. Format: format angka ribuan dan rupiah, format tanggal, lebar kolom, dan tampilan tabel yang enak dibaca.

Beberapa perusahaan juga menilai kecepatan. Shortcut seperti Ctrl + ↓ dan Ctrl + D bisa menghemat banyak waktu saat tes. Daftarnya ada di 15 Shortcut Keyboard Excel.

Contoh soal tes Excel

Berikut gambaran soal yang mirip dengan tes rekrutmen sungguhan. Kamu diberi data penjualan seperti ini:

ABCDE
1TanggalSalesKodeJumlahHarga
203/11/2026RinaP0112
303/11/2026DodiP025
404/11/2026RinaP038
504/11/2026SariP0120

Di sheet lain bernama "Produk" ada tabel kode dan harga: P01 Rp45.000, P02 Rp120.000, P03 Rp75.000. Lalu soalnya:

  1. Isi kolom Harga berdasarkan kode produk.
  2. Buat kolom Total (jumlah × harga).
  3. Buat kolom Keterangan: "Besar" kalau total minimal Rp1.000.000, selain itu "Kecil".
  4. Hitung total penjualan setiap sales.
  5. Hitung berapa transaksi yang termasuk "Besar".

Jawabannya, kalau tabel produk ada di Produk!A2:B4:

  • Harga di E2: =VLOOKUP(C2, Produk!$A$2:$B$4, 2, FALSE), atau =XLOOKUP(C2, Produk!$A$2:$A$4, Produk!$B$2:$B$4). Tanda $ wajib, supaya tabel produknya tidak ikut bergeser saat rumus disalin ke bawah.
  • Total di F2: =D2*E2.
  • Keterangan di G2: =IF(F2>=1000000, "Besar", "Kecil").
  • Total per sales, misalnya nama sales ada di I2: =SUMIF($B$2:$B$5, I2, $F$2:$F$5). Bisa juga dengan Pivot Table: Sales di Rows, Total di Values.
  • Jumlah transaksi besar: =COUNTIF(G2:G5, "Besar").

Perhatikan bahwa satu soal sudah menguji lima skill sekaligus: pencarian data, referensi absolut, rumus hitung, IF, dan rekap dengan kriteria. Kalau kamu bisa mengerjakan contoh ini tanpa melihat jawaban, kamu sudah siap untuk sebagian besar tes Excel tingkat menengah.

Skill Excel berdasarkan posisi

Setiap posisi punya fokus yang sedikit berbeda. Kalau kamu sudah tahu posisi yang dilamar, prioritaskan latihan di bagian ini:

PosisiYang biasanya dipakai sehari-hari
Admin umumInput dan merapikan data, Sort dan Filter, SUM, COUNTIF, format tabel, cetak laporan
Keuangan dan akuntansiSUMIF/SUMIFS, VLOOKUP/XLOOKUP, Pivot Table, format rupiah, rekonsiliasi dua tabel, laporan laba rugi
Sales dan marketingRekap penjualan per sales, wilayah, dan produk, target vs realisasi dengan IF, persentase pencapaian, grafik
HRData karyawan, absensi dengan COUNTIF, selisih tanggal untuk masa kerja, rekap lembur, VLOOKUP untuk data gaji
Gudang dan logistikStok masuk dan keluar, SUMIF per barang, penanda stok menipis dengan IF, data dobel dengan Remove Duplicates

Rencana latihan dua minggu

Kalau tes tinggal beberapa minggu lagi, latihan terarah jauh lebih efektif daripada membuka tutorial secara acak. Contoh jadwalnya, sekitar 30 sampai 45 menit per hari:

  • Hari 1-3: dasar. Mengisi data dengan benar, rumus hitung, SUM, AVERAGE, MIN, MAX, dan menyalin rumus. Kalau masih benar-benar baru, mulai dari Belajar Excel dari Nol.
  • Hari 4-5: referensi absolut dengan tanda $ dan format angka, rupiah, serta tanggal.
  • Hari 6-8: IF, COUNTIF, dan SUMIF. Latih dengan data penjualan atau absensi buatan sendiri.
  • Hari 9-10: VLOOKUP dan XLOOKUP, termasuk cara mengatasi error #N/A.
  • Hari 11-12: Sort, Filter, dan Pivot Table.
  • Hari 13-14: simulasi tes. Kerjakan soal seperti contoh di atas dengan batas waktu, misalnya 30 menit, tanpa melihat catatan.

Yang penting adalah mengetik sendiri. Menonton orang lain menulis rumus terasa mudah, tapi saat tes kamu harus menulisnya dari nol, sering kali dalam keadaan gugup.

Tips saat tes berlangsung

  • Cek pemisah argumen. Komputer dengan pengaturan regional Indonesia memakai titik koma, bukan koma: =IF(F2>=1000000; "Besar"; "Kecil"). Kalau rumusmu ditolak padahal kelihatannya benar, kemungkinan besar ini penyebabnya.
  • Jangan mengetik hasil secara manual. Penguji biasanya mengecek apakah sel berisi rumus atau angka yang diketik. Angka yang benar tapi diketik manual bisa dianggap salah.
  • Baca seluruh soal dulu. Soal yang belakang sering memakai hasil soal sebelumnya, misalnya kolom Total yang dipakai untuk Keterangan.
  • Cek satu baris secara manual. Hitung baris pertama dengan kalkulator atau di kepala. Kalau cocok, baru salin rumusnya ke bawah.
  • Kenali versi Excel-nya. Kalau XLOOKUP menghasilkan #NAME?, berarti komputer tes memakai Excel versi lama. Langsung pakai VLOOKUP. Arti error lainnya ada di Arti Pesan Error di Excel.
  • Simpan berkala dengan Ctrl + S, dan jangan panik kalau salah: Ctrl + Z membatalkan langkah terakhir.
  • Rapikan sebelum mengumpulkan. Lebarkan kolom yang menampilkan #####, beri format rupiah, dan beri judul kolom yang jelas. Kesan rapi ikut dinilai.

Menulis skill Excel di CV dan saat wawancara

Tulisan "Mahir Microsoft Excel" di CV tidak banyak membantu karena hampir semua kandidat menulisnya. Lebih meyakinkan kalau kamu menyebut apa yang bisa kamu lakukan, misalnya:

  • "Mengolah data penjualan dengan VLOOKUP, SUMIF, dan Pivot Table."
  • "Membuat rekap absensi dan lembur bulanan di Excel."
  • "Menyusun laporan laba rugi sederhana untuk usaha keluarga."

Saat wawancara, siapkan satu cerita konkret: data apa yang kamu olah, masalah apa yang diselesaikan, dan hasilnya. Contohnya, "Saya merapikan data stok 800 barang yang banyak dobel, lalu membuat rekap per kategori dengan Pivot Table." Cerita seperti ini jauh lebih kuat daripada sekadar bilang bisa Excel.

Jujurlah soal tingkat kemampuanmu. Kalau kamu menulis bisa Pivot Table, besar kemungkinan kamu akan diminta membuatnya saat tes.

Cara tercepat untuk siap tes adalah latihan dengan soal yang mirip pekerjaan sungguhan. Di Jago Excel, kamu mengetik rumus langsung di lembar kerja di browser, jawabanmu dicek otomatis, dan materinya berurutan dari rumus pertama sampai XLOOKUP, ditambah proyek seperti money tracker dan laporan laba rugi UMKM. Level Beginner bisa dicoba gratis.

Langsung praktik, bukan cuma baca

Ketik rumus di lembar kerja simulasi, jawabanmu dicek otomatis. Level Beginner gratis.

Coba gratis

Artikel lainnya